Bab 92
Aku menggelengkan kepalaku dengan jujur, mata Sarah yang tampak berbinar pun perlahan meredup.
Beberapa saat kemudian, Sarah berkata lagi seolah-olah sedang melampiaskan amarahnya.
"Hmph, lupakan saja dia. Aku yakin dia nggak akan tega melihat Keluarga Juvel hancur."
Sedetik kemudian, Sarah membelalakkan matanya dengan ngeri dan menutup mulutnya.
"Cuih, cuih, kok aku bisa sih bilang begitu? Keluarga Juvel nggak mungkin hancur."
Sikap Sarah ini membuatku merasa terhibur. Aku terus berjalan ke depan sambil menarik tali ranselku.
Sinar matahari menembus melalui celah-celah dedaunan, menghasilkan bayangan yang berbintik-bintik dan membuatku merasakan begitu damai. Sesekali terdengar kicauan burung-burung di dalam hutan dan tampaklah pula tupai yang berlarian.
"Kak Agata, di sini nggak ada serigala, 'kan?"
Sarah meraih ranselku dengan gugup. Aku tersenyum dan menepuk tangannya. Tepat saat aku hendak berbicara untuk menghiburnya, aku mendengar suara gemeresik dari semak-semak di kejauhan seo

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link