Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 122

Victoria berhenti sejenak dan merasa ragu apa harus menunggu atau tidak. Namun, cahaya lampu di belakangnya membuat bayangannya terlihat di lantai sehingga Julian menyadarinya dan menghentikan percakapannya. Dia diam-diam menatap keluar koridor. Victoria tidak punya alasan untuk bersembunyi karena sudah ketahuan, jadi dia mendekat. "Maaf mengganggu sebentar." Begitu Bryan tahu kalau Victoria datang, wajahnya langsung pucat ketakutan. Julian hanya diam menatap Victoria. Victoria berkata, "Sebenarnya, aku memang nggak berencana tinggal lama di Negara Fansia. Aku nggak bisa mengambil cuti terlalu lama di kampus. Lusa aku harus kembali untuk mengajar. Aku datang cuma untuk bertanya kapan kalian akan kembali." Dia terlihat tenang, seolah-olah sama sekali tidak peduli dengan isi pembicaraan mereka tadi. Julian menjawab, "Semalam kamu nggak tidur dengan baik di kapal, jadi istirahatlah dengan baik malam ini. Kita akan berangkat besok pagi." Victoria mengangguk dengan sopan, lalu berkata, "Oke

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.