Bab 127
Sebenarnya Victoria sudah melihat sedikit petunjuk, tetapi dia belum 100% yakin.
"Johan itu pria idaman yang kamu maksud, 'kan?" goda Victoria.
Wajah Selviana langsung merona. "Nggak ada yang bisa aku sembunyikan dari Bu Victoria."
"Kamu terlalu jelas. Dari sejak dia masuk tadi, sikapmu padanya sudah terasa aneh. Mana ada kakak tetangga yang akan membuatmu bersemangat seperti ini? Kebetulan dia juga murid Ibu, jadi semuanya cocok."
"Dulu aku tinggal di sebelah rumah Kak Johan, tapi setelah itu Kak Samuel pindah ke Kota Santigo untuk bekerja, jadi kami berpisah. Waktu kami kecil, kami selalu pergi sekolah dan pulang bersama. Tapi siapa sangka, dia juga datang ke sini untuk kuliah."
Ternyata mereka itu teman masa kecil.
Victoria mengangguk. "Sepertinya kalian berjodoh."
Selviana merasa makin malu dan mengalihkan topik pembicaraan. "Bu Victoria, ayo cepat buka hadiahnya, aku mau lihat Kak Johan kasih Ibu apa."
Selviana sangat penasaran, jadi Victoria membukanya dengan santai.
Kotak hadiah

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link