Bab 142
Wajah Victoria langsung merona.
Julian turun dari mobil dan naik ke kursi pengemudi.
Pada saat itu, Samuel muncul. Julian sudah menghidupkan mobilnya dan berkata dari dalam mobil, "Kak Samuel, kami pergi dulu."
"Eh? Julian ... plesternya!"
"Nggak perlu."
Mobil berbalik arah dan pergi menjauh.
Victoria mengingat arah dengan cukup baik. Dia menyadari kalau ini adalah jalan menuju Vila Golestan.
Begitu masuk ke vila, saat baru saja melangkah masuk, kedua kakinya terangkat dari lantai, tubuhnya diangkat, dan diletakkan di atas lemari sepatu. Kemudian Julian menindihnya dan menghujaninya dengan ciuman yang membara ke seluruh tubuhnya.
Dia teringat saat baru saja turun dari mobil, kalau dia tidak berlari dengan cepat, mungkin Julian akan benar-benar melakukan itu dengannya di dalam garasi.
Dia tidak tahu apa Julian juga seperti ini saat bersama Gabriella.
Seperti orang yang sudah lama tidak pernah berhubungan intim.
"Ceritakan padaku, apa yang terjadi malam ini? Kalau jawabanmu membuatku pua

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link