Bab 145
Tiffany berlari menjauh.
Di lorong, Victoria dan Gabriella saling berhadapan.
"Kenapa kamu bisa ada di sini? Kamu sengaja datang ke rumah sakit untuk menertawakanku? Kamu pasti senang karena aku sakit."
"Nggak juga. Aku nggak sesenggang itu sampai sengaja datang untuk menjenguk orang yang nggak penting."
Sikap tenang Victoria membuat Gabriella kesal.
"Aku cuma merasa nggak enak badan, tapi Julian memaksaku pergi ke rumah sakit untuk diperiksa. Tadi direktur rumah sakit mencarinya untuk membahas penyakitmu. Aku sempat berpikir mungkin akan bertemu denganmu dan ternyata benar." Victoria tersenyum dengan tenang seolah dia adalah orang yang berada di posisi tinggi dan yakin akan kemenangannya.
Dia dengan santai menyebutkan kalau Julian memperhatikan penyakit Gabriella tanpa menunjukkan rasa peduli sama sekali.
Ini justru membuat Gabriella merasa cemas.
Gabriella langsung menebak seberapa dekat hubungan antara Julian dan Victoria.
Dia tertawa sinis. "Jangan sombong dulu. Aku sudah sering li

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link