Bab 156
Bayangan hitam itu tiba-tiba muncul di pintu.
Victoria terkejut dan hampir berteriak. Dia langsung bangkit dari sofa.
"Jangan takut, ini aku." Lucas berdiri di pintu dengan tubuh yang basah kuyup seperti ayam yang kehujanan. Air menetes dari tubuhnya dan membasahi karpet di dekat pintu. Rambut basahnya terjuntai menutupi mata, membuatnya sekilas tampak seperti hantu air yang datang untuk mengambil nyawa.
"Ke ... kenapa kamu bisa masuk? Kamu mau ngapain?"
Victoria tetap waspada dan malah merasa makin takut.
Lucas segera berkata, "Aku nggak akan melakukan apa-apa padamu, nggak akan menyakitimu ... Aku cuma melihat pintu vila kalian terbuka dan Julian nggak ada di vila. Di tengah malam seperti ini, seorang wanita sendirian itu nggak aman."
"Tunggu ... Kenapa kamu bisa tahu kalau Julian pergi? Kamu sudah mengintai di luar sejak tadi? Jangan-jangan kamu sudah ada sebelum Gabriella datang? Lucas, apa kamu gila?"
Melihat wajah Victoria yang ketakutan dan penuh kebencian, Lucas merasa agak kec

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link