Bab 860
Di mata Brivan, sekilas bayangan gelap muncul.
Victoria mengira itu hanya ilusinya. Namun, saat dia memperhatikan lagi, ternyata itu hanya bayangan dari bulu mata Brivan yang tipis.
Sebelum Victoria sempat memikirkannya lebih jauh, Brivan sudah bangkit berdiri dan berjalan menuju ruangan kecil itu.
"Ikuti aku."
Victoria pun segera mengikutinya.
Brivan berjalan di depan, lalu membuka pintu ruangan itu.
Hari ini, suasana di dalamnya berbeda dari malam itu.
Tirai jendela sudah ditarik ke samping. Dari luar, matahari bersinar terik di langit musim panas, cahayanya menerobos masuk melalui jendela, dan memenuhi ruangan dengan semburat keemasan yang hangat.
Ruangan itu masih tertata sederhana. Di sudutnya, beberapa kendi arak tertutup rapi.
Sebuah altar peringatan berdiri dengan khidmat.
Bukan altar yang mewah, melainkan hanya altar sederhana.
Di atas meja persembahan, tersusun beberapa buah-buahan, rokok, arak, dan permen kesukaan seorang gadis kecil.
Saat melihatnya, Victoria terkejut. Di s

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link