Bab 20
Ketika terbangun, Natasha mendapati dirinya terbaring di tempat tidur besar pesawat.
Ericko duduk di sampingnya sambil mengawasinya. "Sudah bangun?"
Natasha segera mencoba bangun untuk pergi, tapi Ericko menariknya kembali dan menekannya ke tempat tidur.
"Lepaskan!"
Natasha berteriak minta tolong.
"Diam! Ini jet pribadiku." Nada suara Ericko tidak memberi ruang untuk bantahan. "Kamu nggak akan bisa melarikan diri."
"Ericko! Ini penculikan!" Natasha menatapnya dengan marah.
"Lalu kenapa?"
Bibir Ericko melengkung membentuk senyum, seolah kembali tenang dan terkendali seperti biasanya, tapi kata-katanya membuat Natasha merinding. "Saat kita bertemu kembali, seharusnya aku melakukan mengurungmu, agar kamu nggak pernah bisa meninggalkanku seumur hidupmu."
"Apa kamu sudah gila?"
Natasha mengerutkan kening.
"Aku memang gila." Tangan Ericko bergerak ke wajahnya. "Aku menjadi gila saat kamu bilang kamu nggak menyukaiku lagi dan punya pacar."
"Tasha, kamu hanya milikku."
Nada suaranya dingin, ta

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link