Bab 110
Kata-kata Zavier membuat Thalia pusing. Ketika dia tersadar, Zavier sudah pergi.
Hujan terus turun sepanjang malam, baru berhenti keesokan paginya.
Thalia sudah selesai mengambil darah pasien. Dia hanya perlu menunggu seseorang datang untuk mengambil alih, baru bisa pulang kerja.
Ketika membawa nampan perawatan keluar dari kamar pasien, dia kebetulan bertemu dengan Zavier yang sedang memasuki kamar pasien. Saat mereka berpapasan, Thalia membuka mulut ingin menyapanya, tetapi Zavier menganggapnya seperti udara, langsung mengabaikan. Thalia pun menutup kembali mulutnya.
Sesampainya di pos perawat, seorang perawat tampak sedang berkomunikasi dengan seseorang. Thalia sekilas melihat jaket yang dikenakan orang itu. Itu adalah jaket Zavier.
Zavier jelas-jelas memiliki obsesi terhadap kebersihan. Thalia biasanya tidak pernah menyentuh barang-barang milik pria itu di rumah. Namun, sekarang pakaiannya dikenakan oleh Hanisha.
Tidak mungkin Hanisha mengambilnya sendiri. Jadi, pasti Zavier yang me

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link