Bab 132
Tak disangka, begitu pintu lift terbuka, Thalia justru melihat Zavier.
Thalia memang berniat menghindarinya, merasa sekarang mereka tidak ada yang perlu dibicarakan.
Thalia menyingkir ke samping, berniat menunggu Zavier keluar baru masuk.
Namun, gerakan menghindar itu justru membuat dada Zavier dipenuhi api amarah tanpa alasan jelas.
Beberapa hari ini Thalia memang tidak pulang, seolah-olah dirinya tinggal di departemen saja.
Rasanya dihindari orang benar-benar tidak enak.
Tatapan Zavier menggelap. Dia melangkah keluar lift.
Thalia baru hendak masuk, pergelangan tangannya tiba-tiba ditarik, lalu dia dibawa kembali ke ruang dokter.
Ruangan itu kebetulan kosong. Begitu pintu tertutup, emosi Zavier melonjak ke puncak.
Dia menoleh menatap Thalia, suaranya dalam, "Belakangan ini departemen sangat sibuk?"
Kalau tidak, kenapa Thalia tidak pulang?
Pergelangan tangan Thalia masih digenggam erat, terasa agak sakit.
Thalia berusaha menggerakkan tangannya, berkata, "Bisa nggak kamu lepaskan dulu a

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link