Bab 139
Entah kenapa Thalia merasa bersalah setelah mendengar ini, dia merasa cemas selama beberapa saat, lalu tanpa sadar ingin menjelaskan hal ini. "Kami mau pergi ke Grup Harmoni, tapi Kakak bilang mau makan malam dulu."
Zavier hanya menatapnya dengan tatapan yang gelap dan dalam.
"Oh, kebetulan sekali. Pada dasarnya kami memang mau ajak kamu makan bersama. Karena sudah ketemu di sini, bagaimana kalau kita makan bersama?" Wisnu mencoba untuk menenangkan suasana.
Tadi dia sudah bertanya pada Zavier, lalu mengetahui jika Janio adalah kakak Thalia.
Kalau begitu, Janio adalah kakak ipar Zavier.
Sangat wajar jika kakak ipar tidak menyukai adik ipar. Singkatnya, hal ini lebih baik daripada mengira Janio sebagai saingan Zavier.
Hanya saja, tidak ada orang yang menyetujui saran ini.
Thalia merasa hal ini kurang baik. Dia sedang makan bersama Janio, tapi tiba-tiba terdapat banyak rekan kerja yang bergabung. Selain itu, dia juga tidak bisa menanyakan banyak hal pada Janio.
Sedangkan Zavier ....
Dia m

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link