Bab 155
Chelsea tidak merasa malu meskipun Zavier mendengar ucapannya.
Dia hanya menatap pria itu dan berkata, "Apa aku salah? Thalia itu tunanganmu, tapi pernahkah kamu menghormatinya sebagai tunangan?"
Thalia menunduk setelah mendengar pertanyaan Chelsea. Dia tanpa sadar mengerutkan sudut bibir dan tidak melihat ke arah Zavier.
Namun tatapan Zavier tertuju pada Thalia. Tidak begitu tajam, hanya agak dingin.
Chelsea mencibir, "Nggak perlu melihat Thalia, dia nggak bilang padaku. Zavier, tanyakan pada dirimu sendiri, kapan kamu membantu Thalia saat dia butuh bantuan?"
"Kudengar kamu sangat dekat dengan putri yang ditemukan kembali oleh Keluarga Wenos, tapi percayalah, di keluarga kita nggak ada hal memalukan seperti mengakhiri pertunangan dengan adik lalu menikah dengan kakaknya!"
Begitu Chelsea selesai berbicara, wajah Zavier terlihat muram.
Dia berkata dengan dingin, "Nggak ada yang mau mengakhiri pertunangan dengannya."
Entah mengapa sepertinya semua orang mengira dia akan mengakhiri pertun

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link