Bab 160
Zavier berkata perlahan, "Nggak akan, dia sangat menyukaimu. Lagi pula, ini salahku. Kamu sudah terlibat karenaku."
Thalia tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang perjalanan, merasa sangat gelisah.
Sampai Chelsea mengiriminya pesan WhatsApp, mengingatkannya untuk minum obat jika tidak berencana hamil sebelum menikah.
Bahkan juga memberinya hadiah uang, mengatakan padanya untuk tidak takut.
Thalia akhirnya menghela napas lega.
Zavier langsung berkendara kembali ke apartemen.
Thalia bertanya dengan bingung, "Kamu nggak pergi ke rumah sakit?"
Thalia ingat bahwa Zavier sedang bertugas siang hari ini.
Zavier mengetuk-ngetukkan ujung jarinya di setir sambil berkata, "Aku cuti karena ada urusan di rumah."
"Urusan apa?"
Zavier menatapnya, wajahnya tanpa ekspresi, tapi emosi aneh muncul di mata gelapnya.
Zavier berkata, "Aku perlu membereskan dan mengatur keperluan."
Thalia berkata, "Apa?"
Setelah mereka tiba di rumah, Zavier baru berkata, "Letakkan semua barangmu di kamar tidur utama."
Tha

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link