Bab 191
Suasana di malam hari sangat sunyi, jarak di antara mereka berdua juga sangat dekat.
Sangat dekat sampai Thalia bisa melihat bulu mata pria itu dan juga emosi di dalam matanya.
Thalia berkata dengan perlahan, "Bi ... bilang apa?"
Dia mengerjapkan matanya dengan sedikit panik, rasa takut dan penghindaran.
Sikap menghindar ini membuat Zavier tiba-tiba merasa tidak puas.
Kenapa Thalia menghindarinya?
Zavier mengerutkan keningnya, lalu mencubit dagu Thalia untuk menghadapinya.
Pria itu menurunkan tatapannya, hal ini membuat tatapannya semakin menggelap.
Zavier teringat dengan adegan saat Thalia mendongak untuk berbicara dengan Janio di dalam benaknya. Senyum di wajah Thalia terlihat sangat lembut dan lucu.
Hanya saja, tidak terdapat senyuman di mata wanita itu saat menatapnya.
Perlakuan yang berbeda ini membuat hati Zavier terasa tidak nyaman.
Karena merasa tidak nyaman, maka dia harus melampiaskannya.
Zavier menekan sudut bibir Thalia dengan ibu jarinya, lalu mencium bibirnya.
Pria itu te

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link