Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 199

Thalia jelas tidak senang, dia tidak suka Zavier menilai buruk teman-temannya. Dia menatap lurus ke depan, kembali berkata, "Hari ini aku tetap berterima kasih padamu. Anggap saja aku berutang budi. Kalau kamu mau menagih, silakan. Namun, Jackry dan Nila adalah teman-teman yang sangat penting bagiku, kamu nggak bisa ikut campur dalam pergaulanku." Zavier menatapnya melalui kaca spion, ekspresinya datar. "Pergaulanmu nggak pantas aku atur. Aku cuma mau ingatkan, terserah mau dengar atau nggak." Ucapan Zavier seolah merendahkan, seakan teman-temannya sangat tidak berarti. Thalia membalas, "Kamu bicara begitu, jelas nggak menghargai temanku." Walau Thalia berkata dengan lembut, nadanya terdengar sangat tegas. Seolah Zavier sudah berbuat sangat salah. Zavier malah tertawa karena marah. Dia datang ke kantor polisi hanya karena menerima telepon Chelsea, khusus untuk menjemput Thalia. Dia sudah membantu Thalia membereskan masalah teman-temannya, tetapi sekarang justru Thalia harus menerima om

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.