Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 211

Zavier menolaknya dengan tegas. Itu jelas provokasi bagi kelompok itu. Thalia bisa mendengar mereka mulai melontarkan makian. Dari suaranya, mereka sepertinya masih muda. Lokasi mereka sebenarnya tidak terlalu jauh dari lobi hotel. Jika suara semakin keras, petugas keamanan mungkin akan mendengarnya. Namun mereka tampaknya memang sudah terbiasa melakukan kejahatan. Ancaman dan makian yang keluar dari mulut mereka terdengar pelan, jelas tidak ingin Thalia dan Zavier bersuara keras. Thalia masih dipeluk erat, dahinya menempel di dada hangat Zavier, tangannya menggenggam ujung bajunya dengan kencang. Dia berkata dengan panik, "Zavier, bagaimana kalau Giok Avalokitesvara itu kuberikan saja pada mereka? Yang penting kita selamat dulu, lalu baru lapor polisi untuk menangkap mereka." Walau giok itu mungkin peninggalan orang tuanya. Tapi dalam situasi berbahaya seperti ini, sebenarnya itu tidak terlalu penting. Namun Zavier tidak menjawab. Dia tetap menatap kelompok itu dengan datar, "Kalian m

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.