Bab 220
Begitu Andre menyebut Irish.
Dada Thalia langsung sesak.
Dia kembali mendengar suara Andre, "Irish menganggapmu seperti adik kandung sendiri. Kalau dia tahu kamu diam-diam memanfaatkan Janio, kira-kira betapa sedihnya dia?"
Tangan Thalia yang terletak di pangkuannya perlahan menggenggam erat.
Andre sangat paham, di seluruh Keluarga Wenos, orang yang paling Thalia pedulikan adalah Irish.
Waktu itu, saat Irish meninggal, telepon terakhirnya justru ditujukan untuk Thalia.
Sampai hari ini, tidak ada seorang pun yang tahu apa isi percakapan Irish dengan Thalia saat itu.
Thalia memejamkan mata sejenak, tubuhnya bahkan sedikit bergoyang.
Sekilas kilatan puas melintas di mata Andre, seolah sudah menggenggam kemenangan saat melihat Thalia.
Andre sangat paham dengan putri angkatnya ini.
Hati lembutnya, nyalinya kecil.
Dia terlalu mudah terikat pada perasaan.
Mengendalikan Thalia, sama sekali tidak sulit.
Tapi yang tidak dia sangka, saat Thalia mengangkat matanya, dia justru menggeleng tegas, "Ak

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link