Bab 234
Pertanyaan Thalia membuat alis Zavier bergetar.
Alisnya berkerut, matanya yang hitam pekat semakin dalam di bawah cahaya malam dan balik bertanya, "Memang ada bedanya?"
"Tentu saja ada." Suara Thalia bergetar, dia mengulanginya lagi. "Jadi sebenarnya kamu ingin mengantarku atau ingin menemui dia?"
Saat tahu Zavier hanya diam saja ketika dirinya dihujat di internet, Thalia masih bisa menahan diri.
Saat sendirian di mal, telinganya sakit hingga tidak sanggup berdiri dan dia hanya bisa meminta bantuan Zavier, tapi teleponnya malah dimatikan, Thalia pun masih bisa menahan diri.
Bahkan ketika di rumah, menghadapi permintaan maaf Zavier yang begitu tinggi hati, dia masih bisa menahan diri.
Tapi sekarang ....
Dia tidak lagi bisa mengendalikan emosinya.
Zavier bahkan tidak sungguh-sungguh saat memberi penghiburan atau mengalah.
Dia cuma rela memberinya sedikit kebaikan karena dia harus pergi menemui Hanisha.
Thalia tiba-tiba mundur dua langkah, seolah ingin pergi sejauh mungkin dari Zavier.
Za

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link