Bab 275
Kelopak mata Thalia terasa sangat berat, sulit sekali membukanya.
Seolah-olah sudah kerasukan.
Baru setelah seseorang mengangkat dan menggendongnya ke samping, Thalia akhirnya membuka matanya.
Setelah itu, wajah tampan Zavier menarik perhatiannya.
Thalia terkejut, dengan panik mencoba mendorongnya.
Zavier menurunkan mata untuk menatapnya, bulu matanya yang panjang mengaburkan pikirannya dan menciptakan bayangan.
Zavier memeluk Thalia erat-erat dan hanya diam saja. Namun, hawa dingin dari tubuhnya terasa nyata.
Jantung Thalia berdebar kencang lalu segera mendorong lengan Zavier. "Turunkan aku. Aku bisa berjalan sendiri."
Zavier tidak berbicara, tapi merespons dengan gerakannya.
Zavier tidak melepaskannya.
Thalia menurunkan pandangannya, mengerutkan bibir dan berkata, "Kenapa kamu di sini?"
Mata gelap Zavier menggelap, amarah yang tidak terkendali sudah memenuhi dadanya.
Setelah pulang dari rumah Keluarga Wenos, Zavier mendapati Thalia tidak ada di rumah.
Zavier sudah meneleponnya bebera

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link