Bab 28
Nila tadi hanya fokus mengajak Thalia untuk periksa telinga. Dia tak menyadari lengan Thalia juga terluka.
Tatapan Zavier juga ikut tertuju ke arah Thalia. Kulit Thalia yang putih membuat luka-luka kecil di lengannya terlihat jelas.
Apalagi darahnya sudah mengering, terlihat cukup parah.
Ekspresi Zavier tampak makin dingin, suaranya dalam dan tenang saat berujar, "Di lantai bawah ada ruang IGD, obati dulu lukamu baru kembali."
Thalia masih menunduk dan tidak bicara, seolah tidak mendengar apa pun.
Zavier berdiri di depannya. Melihat sikapnya seperti itu, entah kenapa hatinya jadi kesal.
Dulu, dia tidak menyadari kalau Thalia ternyata sangat kurus.
Lengan dan lehernya pun ramping, seakan bisa terbang terbawa angin.
Nila akhirnya tak tahan lagi. Dia menarik Thalia, berdiri di depannya. "Dokter-dokter sekalian, kalian sudah bicara panjang lebar, masa nggak sadar ada yang aneh?"
Dia tersenyum sinis. Tatapannya menyapu ke arah Zavier. "Waktu perhatian ke pasien, bisa nggak sekalian perhatik

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link