Bab 312
Rainer dari Grup Joman ternyata tidak seperti yang dibayangkan Thalia.
Thalia pikir orang itu pasti seperti Janio, dingin dan tegas dalam urusan bisnis.
Tapi ternyata, Rainer masih sangat muda.
Bahkan ada kesan seperti anak remaja.
Kelihatannya malah lebih muda dari Thalia sendiri.
Namun Thalia hanya tertegun sebentar, lalu segera menenangkan diri.
Meski agak gugup, dia menjelaskan semua detail kerja sama dengan cukup jelas.
Ekspresi Rainer tidak bisa dibaca. Suaranya datar dan dingin. "Baik, aku akan suruh asistenku berkoordinasi denganmu."
Thalia terkejut. "Kamu ... kamu nggak mau tanya hal lain dulu?"
Rainer mengangkat sedikit kelopak matanya, menampakkan sepasang mata dingin dan tenang. Ujung jarinya mengetuk meja. "Penjelasanmu cukup detail. Lumayan bagus, tapi terlalu banyak bicara."
Thalia, "..."
Sebelum mengakhiri panggilan, Rainer sempat mengingatkan, "Katakan pada Janio jangan lupa janjinya. Permintaannya sudah aku penuhi."
Setelah bicara begitu, dia langsung memutuskan sambu

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link