Bab 340
Nada bicara Janio terdengar santai.
Namun ekspresi Zavier tetap serius. Dia menatap Thalia dan berkata, "Hanisha seharusnya nggak akan bercanda soal hal seperti ini."
Janio berkata, "Kamu ternyata cukup memahaminya."
Zavier tampak sedikit kesal, tapi tidak mengatakan apa-apa.
Dia menatap Thalia, tampak ingin bicara tapi menahan diri.
Thalia sudah bisa menebak maksudnya.
Thalia berkata kesal, "Bukankah kamu datang ke Kota Hunggala untuk rapat? Pulang saja kalau sudah selesai rapat."
Dia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan santai, "Siapa tahu saat kamu kembali ke Jinara, Hanisha sudah muncul. Jadi nggak perlu menambah masalah untuk rumah sakit."
Nada sindiran dalam ucapannya terdengar jelas. Dalam pupil hitam Zavier, terpantul wajah Thalia yang tanpa ekspresi.
Dia mengerutkan keningnya sedikit. "Kamu nggak perlu bicara seperti itu. Kamu juga tahu dia diikuti orang tadi malam."
"Lalu dia sendiri yang menolak Wisnu pergi menjemputnya." Suara Thalia tetap lembut tanpa emosi.
Tapi waja

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link