Bab 392
"Bukan begitu," kata Thalia tiba-tiba.
Dia menatap Zavier, matanya yang hitam putih itu kini hanya tersisa rasa sakit. Dia terus menggelengkan kepala. "Kamu hanya mencari alasan untuk dirimu sendiri. Kamu sebenarnya nggak pernah berniat membantu, kamu hanya ingin menipuku agar kembali."
Dia benar-benar bodoh, karena memercayai kata-kata Zavier lagi.
Bahkan hal-hal kecil yang biasanya dijanjikannya padanya saja tak pernah bisa Zavier tepati. Bagaimana mungkin Zavier bisa melakukan ini?
Selain itu ....
Kapan Zavier pernah peduli dengan urusannya?
Tatapan Thalia pada Zavier tiba-tiba meredup, seperti bintang di langit yang jatuh ke dalam malam gelap, lenyap tanpa secercah cahaya.
Tatapan Thalia menusuk hati Zavier, membuat ruas-ruas jarinya tanpa sadar mengepal erat.
Dia menatap Thalia dan berbicara perlahan, "Aku sudah bilang, aku nggak membohongimu."
"Aku nggak percaya kamu nggak tahu seberapa serius masalah ini. Sekalipun kamu membawa semua pengacara di Jinara ke sana, itu tetap nggak

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link