Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 45

Setelah Hanisha pergi, Tiara menatap Thalia dengan tatapan iba. "Thalia, semangat, ya. Kemarin ICU penuh dengan pasien kritis." Kebanyakan perawat tak mau ditugaskan di ICU. Itu karena selain perawatan dasar, mereka juga harus mengurus semua kebutuhan pasien. Tiara berbisik, "Tadi siang dia menolak kamu buat tetap ada di sini. Eh, sekarang langsung menugaskan kamu ke ICU. Kalau dia bilang nggak sengaja menargetkanmu, aku nggak akan percaya." Thalia sendiri tidak mempermasalahkan itu. Dulu, dia juga pernah bertugas di ICU, bahkan pernah mengalami situasi yang lebih sibuk dan melelahkan. Thalia menjawab, "Nggak apa-apa. Semuanya sama saja kok." Lagi pula, dengan kondisinya sekarang, dia harus bekerja lebih keras agar bisa diterima kembali. Kalau tidak, akan sulit mendapatkan kepercayaan orang lain. Melihat Thalia tidak keberatan, Tiara tidak berkata apa-apa lagi. Sore harinya, Thalia pamit ke kepala perawat, lalu langsung melapor ke ICU. Karena sifatnya yang baik dan tak pernah menolak s

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.