Bab 9
Steven membawa Jessica ke rumah sakit dengan secepat mungkin.
Kemudian, dia meminta dokter untuk memberinya serangkaian pemeriksaan, sementara dirinya sendiri keluar untuk membelikannya kue kesukaan Jessica.
Beberapa jam kemudian, Steven kembali setelah membeli kue. Tepat saat dia hendak membuka pintu untuk masuk, tiba-tiba Steven mendengar suara dari dalam.
Itu adalah suara Jessica.
Suaranya mengandung sedikit kesombongan, seolah semua berada dalam kendalinya.
"Bu, kamu tenang saja. Sekarang pikiran dan matanya sudah dipenuhi denganku. Aku hanya perlu menangis sedikit, mengatakan satu kalimat, lalu dia akan langsung membelaku dan menghukum Elena."
"Aku yakin nggak lama lagi aku bisa sepenuhnya menggantikan Elena, menjadi satu-satunya wanita di sisi Steven!"
"Aku dengar putra Keluarga Sutanto itu otaknya bermasalah. Kalau kamu bersama dengannya, bukankah semua harta Keluarga Sutanto akan menjadi milikmu?" Dari celah pintu yang sempit, mata wanita yang ada di depan Jessica tampak berkil

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link