Bab 19 Putus Asa Sepenuhnya
Kalimat itu diucapkan dengan sangat pelan, seperti angin yang berembus melewati telinga Joshua. Dia langsung merasa ada yang tidak beres, pupil matanya pun menyempit tajam. Dia ingin meraih tangan Lana, menghalanginya, tidak membiarkannya pergi begitu saja.
Namun, ponselnya berdering di waktu yang sangat tepat. Joshua tanpa sadar mengerutkan kening, hanya menggenggam ponsel tanpa mengangkatnya.
Joshua hendak mengangkat kaki untuk mengejar Lana. Namun, tepat pada saat itu suara Rika muncul dari belakangnya dengan emosi senang yang terkendali, "Joshua, kenapa kamu ada di sini? Kenapa kamu nggak mengangkat teleponnya?"
Langkah Joshua terhenti. Tangan yang menggenggam ponsel sedikit mengencang. Setelah melihat teleponnya sekilas, dia berbalik untuk menatap Rika dengan senyum samar. "Aku nggak dengar. Apa kamu mencariku? Aku datang menemui Lana, ingin memintanya untuk nggak menuntut kakakmu."
Kilatan muncul di mata Rika. "Lalu, apa kamu sudah bertemu dengannya?"
"Ya, tapi dia nggak setuju,"

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link