Bab 51
Tiap kata seperti tebasan dari pedang yang tajam, terasa menyakitkan.
Jennie menggertakkan gigi, merasa sangat terhina.
Namun, karena ada Vivian, Jennie tidak berani berkata apa-apa, hanya bisa memuji Vivian.
Jennie menatap Gracia dengan wajah penuh kesombongan.
"Keluarga Zafran nggak akan pernah melepaskanmu. Sekarang menyesal pun sudah terlambat. Keluarga Yevari, orang tuamu, mereka juga nggak akan melepaskanmu. Berdiri di sini saja sudah merupakan kesalahan!"
Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan membentak Seno.
"Seno, kamu pikir mengadu domba bisa berhasil? Hubunganku dan Vivi bukan sesuatu yang bisa dihancurkan dengan beberapa ucapanmu. Lagi pula, kamu ini narapidana yang baru keluar dari penjara, siapa yang bakal percaya sama omonganmu?"
"Aku rela jadi pelengkapnya, karena dia bisa membuat hidupku lebih baik. Kenapa? Kamu sudah dicampakkan, jadi sekarang iri, ya?"
"Kamu bahkan nggak tahu apa yang sudah Vivi capai selama ini. Dia membangun semuanya dari nol, asetnya su

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link