Bab 97
Seno menggeleng pelan.
"Dengan kondisimu seperti ini, aku bahkan ragu kamu bisa berjalan dengan stabil. Pasti selama ini hidupmu penuh dengan pelampiasan, 'kan? Aku bekerja untuk orang sepertimu buat apa? Membunuh orang? Atau meracuni wanita supaya kamu bisa nikmati tubuh nggak bernyawa?"
"Kalaupun aku mau, kamu sendiri sanggup? Fungsi kelelakianmu masih bisa dipakai?"
Begitu kata-kata itu keluar, sorot mata Carel langsung tajam dan dingin seperti es abadi.
Suhu ruangan seketika terasa turun drastis. Yuda dan para pengawal Carel berdiri di belakang dengan tubuh gemetar, bahkan tidak berani bernapas keras.
Itu penghinaan!
Penghinaan yang nyata dan brutal!
Seno telah menginjak garis batasan kesabaran Carel, dengan sengaja dan tanpa ampun.
Orang luar mungkin tidak tahu, tetapi orang-orang dekat Carel cukup paham, dia hampir tidak bisa disebut sebagai pria seutuhnya.
Namun, hal seperti itu hanya bisa dikubur dalam-dalam. Tidak ada yang berani bicara. Jika sampai tersebar, akibatnya bisa sa

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link