Bab 108
"Oke, kalau begitu mohon bimbingannya."
Aku mengulurkan tangan dan Miko menatapku dengan heran selama beberapa saat sebelum mengulurkan tangan untuk menjabat tanganku.
"Kirana, kuharap kamu nggak mengecewakan kami."
"Tenang saja, dendam Nona Tiara adalah dendamku!"
Miko menatapku dengan bingung sebelum berbalik untuk pergi.
Aku beristirahat di sini selama seminggu. Selama ini Dion dan Miko sering pergi, hanya aku serta Bi Hana yang ada di rumah. Bi Hana orang yang banyak bicara, jadi aku mendapat banyak informasi darinya.
Selama ini KTP-ku juga dikirimkan dan bahkan nomor kartu keluarga juga sudah dipindahkan ke properti atas nama Dion. Semua ini tentu saja ditangani oleh pengacara Dion.
Ponsel dan sosial media lainnya juga sudah ditemukan.
Bi Hana sedang memetik sayuran. Aku menarik bangku kecil dan duduk di sebelah. Bi Hana berkata sambil tersenyum, "Akhirnya kondisimu membaik beberapa hari ini. Waktu baru datang, kamu membuatku takut sekali. Aku jadi heran, kok gadis secantik kamu b

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link