Bab 133
Aku hanya berdiri di sini, menatap fotoku yang masih jelas di batu nisan, sementara tubuh di bawahnya terbaring hancur. Hanya itu yang aku dapatkan selama dua puluh tahun terakhir.
Aku berjalan ke batu nisan, berjongkok dan berbisik pada fotoku, "Berbaringlah di sini dengan tenang. Kamu baru hidup sekitar dua puluh tahun. Kamu nggak akan pernah lagi menderita seperti ini."
Biarkan sisa jalan ini aku yang lanjutkan.
Mulai sekarang, tidak akan ada Tiara, hanya Kirana.
Kirana akan membalas dendam, lalu melanjutkan hidup mereka berdua dengan utuh.
Aku berdiri, melihat fotoku sekali lagi dan berjalan keluar dari pemakaman. Saat hendak pergi, samar-samar aku melihat Dion berdiri di depan rombongan di luar untuk menghadap ke arah Riko.
Tiba-tiba, Dion melayangkan pukulan, Riko pun terhuyung mundur dua langkah. Dion terus melawan, tapi akhirnya dihentikan oleh Miko.
Aku berhenti sejenak.
Meskipun aku tak bisa melihat jelas ekspresi Dion dari kejauhan, aku tahu pasti wajahnya muram. Setiap gera

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link