Bab 137
Malam itu, aku melihat Bi Hana berjingkat turun dari lantai atas dan bergegas menghampiri untuk bertanya, "Bagaimana?"
Bi Hana menggelengkan kepalanya. "Pintunya tertutup. Aku nggak bisa masuk. Dulu Pak Miko yang menangani hal-hal seperti ini, tapi sekarang sedang keluar kota. Kalau nggak, besok kita panggil dokter saja."
"Aku yang pergi ke sana saja."
Aku mengabaikan larangan dari Bi Hana lalu mengambil kunci cadangan dan masuk. Dion sudah berbaring di tempat tidur, tapi tidak tidur. Dion hanya tampak agak kurang sehat. Lampu samping tempat tidur menyala, dengan memakai kacamata, Dion tampak lebih tampan. Sekarang Dion sedang membaca buku. Begitu aku masuk, Dion langsung menatapku, mengerutkan kening dan bertanya.
"Aku datang untuk melihat apakah demammu sudah turun. Sekarang kamu terlihat jauh lebih baik."
"Kalau ada yang ingin kamu katakan, katakan saja padaku. Jangan bersikap aneh seperti itu."
Dion berkata.
Aku berjalan ke samping dan duduk lalu dengan hati-hati memeriksa wajah Di

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link