Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 162

Miko mengangguk. Sebelum pergi, pandangannya masih menatapku dengan curiga, tapi dengan cepat dirinya kembali menoleh ke Dion. Miko terdiam sejenak, sepertinya memilih untuk memercayai penilaian Dion dan sementara waktu tidak membicarakan identitasku. Setelah Miko keluar, Dion bertanya padaku, "Apa pendapatmu tentang hal ini?" "Nggak ada." "Nggak ada?" Dion menatapku dengan heran. Aku menggeleng. "Aku nggak punya pendapat apa pun. Menurutku orang normal pun nggak bisa memahami, bagaimana mungkin seorang ibu dengan sengaja menyingkirkan putri kandungnya sendiri hanya demi mengadopsi seorang anak perempuan." Dion pun ikut terdiam, jelas dirinya juga tidak begitu memahami masalah ini. Suasana mendadak menjadi hening. Aku teringat hal-hal samar dalam mimpiku. Dulu selalu kukira aku mengingatnya dengan jelas, tapi sekarang terasa seperti ada sesuatu yang menutupi. Saat itu ketika aku sadar di panti asuhan, aku hanya samar-samar mengingat namaku, juga beberapa hal yang biasa kulihat di luar.

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.