Bab 189
Gerakanku menutup pintu terhenti. Tanpa sadar aku ingin mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan Dion dan Miko selanjutnya.
Namun, ketika menengok, Dion terlihat sedang menatap ke arahku. Tanpa sengaja aku menutup pintu, pura-pura tidak mendengar pertanyaan yang baru saja diajukan Dion.
Begitu pintu tertutup, percakapan di dalam tak terdengar lagi. Aku menenangkan diri sebentar, lalu membawa laporan hasil pemeriksaan kembali ke kamar aku.
Terpikir olehku pertanyaan Dion tadi, seakan-akan sengaja ditujukan untukku, supaya aku mendengarnya.
Kalau benar-benar ingin menelusuri masalah ini, bagaimana aku harus menjelaskannya?
Sebaiknya menceritakan sebuah kisah yang tidak bisa dibongkar, dan seharusnya ada sedikit kaitannya dengan masa lalu diriku. Namun soal masa lalu, aku sudah tidak terlalu ingat dengan jelas.
Detik berikutnya, dering telepon memecah pikiranku.
Ketika mengangkat telepon dan mendapati Riko yang menelepon, aku mengendalikan pikiran dan perasaan hati sebentar sebelum men

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link