Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 19

"Pusat pendampingan ibu hamil?" Dion menyahut dengan suara sinis. Bu Sarah meliriknya dan berusaha tetap tersenyum. "Apa ada masalah, Pak Dion?" Dion melihat senyuman di wajah Bu Sarah. "Aku butuh sampel rambutmu." Wajah Bu Sarah langsung tampak menegang. "Pak Dion sedang bercanda, ya?" Aku berdiri di samping, jantungku berdebar. Apakah Dion akan membeberkan soal kematianku? Aku melihat sisa keramahan di sudut mata ibuku. Sementara Nenek Fia tampak agak gelisah. Mereka menatap Dion, begitu pun aku. Tatapan Dion selalu datar, membuatku tidak tahu apa yang ada di pikirannya. Tapi kemudian Dion mulai angkat bicara. "Bu Sarah, sebaiknya berikan saja padaku. Kalau nggak, kita nggak akan tahu apakah Tiara masih ...." Sebelum Dion menyelesaikan kalimatnya, Bu Sarah langsung memotongnya. "Pak Dion, lebih baik kita membicarakannya di tempat lain." Dion pun berdiri dan berjalan mengikutinya pergi dari ruang tamu. Bu Sarah berjalan dengan ekspresi cemas, dia akhirnya baru bisa menghela napas lega

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.