Bab 48
Keesokan harinya, suasana hati Nenek Fia tidak baik. Pak Salim pagi-pagi sudah pergi. Riko berjalan ke depan pintu kamar Nenek Fia, mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban. Aku menembus pintu. Melihat Nenek Fia sebenarnya sudah bangun dan berpakaian rapi, sedang berdiri di dekat jendela melamun.
Riko mengetuk pintu dua kali lagi, Nenek Fia tidak menggubris. Riko kehilangan kesabaran, mencoba pintu yang ternyata tidak dikunci, lalu langsung mendorong masuk.
"Nenek."
Riko memanggil sekali, Nenek Fia tidak menjawab. Riko pun berjalan mendekat dan berdiri di sisi Nenek Fia.
"Nenek, aku ada kabar tentang Tiara, tapi Tiara sekarang belum bisa pulang, biar aku antar Nenek pergi menemuinya, bagaimana?"
Mendengar kalimat ini, barulah Nenek Fia bergerak, dia menoleh menatap Riko. Aku juga melihat sorot mata Nenek Fia, hanya dalam semalam, pandangan mata Nenek sudah jauh lebih keruh, wajahnya tidak segar, sepertinya karena semalam terlalu sedih hingga tidak bisa beristirahat.
Namun, Riko seolah

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link