Bab 55
Dion langsung bangkit, membawa Miko menuju ruang belakang. Di ruang depan hanya tersisa Nenek Fia dan Riko, serta aku yang dengan wujud roh berdiri di sini menyaksikan semua ini.
Melihat Dion tidak ikut campur lagi, sikap Riko tak sadar menjadi lebih keras. Kata-kata yang dia ucapkan juga membawa nada ancaman yang jelas.
"Nenek, lihat sendiri, Dion saja nggak mau peduli urusan ini. Nenek tetap tinggal di sini juga nggak ada gunanya, lebih baik ikut aku pulang. Nenek, usia Nenek sudah setua ini, untuk apa masih keras kepala? Aku ini cucu Nenek, orang yang nanti akan merawat Nenek di hari tua adalah aku. Tapi Nenek di hati selalu memikirkan orang-orang yang nggak penting, demi itu malah berseteru denganku, apa Nenek nggak memikirkan masa depan?"
"Masa depan?"
Nenek Fia mendongak menatap Riko yang berdiri di atasnya, sudut bibirnya tertarik membentuk senyum mengejek.
"Aku masih mau memikirkan masa depan apa? Sekarang saja kalian sudah berani memikirkan harta yang ada di tanganku, bahkan b

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link