Bab 86
Dion bergumam dan aku mendongak, kebetulan melihat sudut matanya yang memerah. Tangan pria itu seakan ingin terulur, tetapi tak tahu harus menggapai ke mana karena tidak ada apa pun di depannya. Entah mengapa aku mengulurkan tangan dan menyentuh tangannya dengan air mata berlinang. Saat itu jiwaku seakan tidak menembus tubuhnya, meskipun sudah semakin transparan. Saat ini aku juga merasa seolah bisa merasakan suhu tubuhnya.
Suhu tubuh manusia.
Tubuh Dion menggigil dan dia menatap tangannya dengan tidak percaya.
"Tiara?"
Dia juga merasakannya!
"Dion! Aku di sini!"
Aku langsung berdiri dan terus berbicara di depan Dion. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan kepadanya.
Aku ingin memberitahunya.
"Dion, aku akan segera menghilang. Terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan untukku, membiarkanku merasakan rasanya dicintai setelah meninggal."
"Maaf, aku masih nggak ingat di mana aku pernah melihatmu selain di sekolah. Mungkin aku nggak akan ingat sampai aku menghilang."
"Tolong jangan me

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link