Bab 95
Tiba-tiba sebuah sosok berlari mendekat dan menghalangi pandanganku.
Aku mengulurkan tangan untuk berusaha menarik orang di depanku menjauh, tetapi ada tangan lain yang terjulur dari belakang, merangkul bagian atas tubuhku dan menarikku mundur.
Aku mendengar suara pria itu. "Dokter, itu putri kami. Dia minta ratusan miliar dari kami. Kami berdua nggak punya uang sebanyak itu, jadi dia mengancam akan bunuh diri dengan menyalakan gas di rumah. Untung saja nggak lama langsung ketemu dan kami membawanya ke rumah sakit. Dia baru saja siuman."
Bukan!'
Bukan!'
Aku berteriak dalam hati, tetapi begitu membuka mulut, sebuah tangan mencengkeram lenganku dan aku pun meronta.
Dokter itu membalikkan badan untuk menatapku, aku pun merasa seolah telah mendapatkan secercah harapan. Aku menatapnya lekat-lekat, sama sekali tidak menyadari kebisingan di sekitar serta suara pria itu.
Setelah beberapa saat, aku mendengar suara dokter.
"Ini pasien yang masuk rumah sakit karena keracunan gas, 'kan? Ini reaksi

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link