Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 22

Sepertinya Aluna mendengar panggilannya. Matanya sekilas menatap ke arah Arga, namun tatapannya datar, tanpa sedikit pun gelombang emosi seperti menatap seorang pengganggu asing. Tak lama kemudian, dia kembali menoleh ke Jordan, melanjutkan percakapan mereka, bahkan sempat melemparkan senyum menenangkan ke Jordan. Saat itu, hati Arga terasa seperti disayat-sayat. Sikap dingin Aluna membuatnya lebih putus asa daripada kemarahan atau kebencian. Sementara itu, hari-hari Salsa juga tidak mudah. Arga terus bersikap linglung, acuh padanya, bahkan sering memanggil nama Aluna di depannya. Salsa menangis, marah, dan memohon dengan putus asa, tapi Arga seolah terjebak dalam dunianya sendiri, sama sekali tak menyadarinya. "Arga, lihat aku! Aku pacarmu! Aluna bahkan akan menikah dengan kakakmu!" Salsa akhirnya runtuh dan menangis histeris dalam sebuah pertengkaran sengit. Namun Arga hanya menatapnya dengan mata memerah, suaranya penuh rasa sakit dan kebingungan. "Salsa, maafkan aku ... tapi aku ..

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.