Bab 20
Tiba-tiba ponselku berdering. Saat kulihat, ternyata Devan yang menelepon.
Jantungku langsung berdegap kencang.
Aku segera mengangkatnya.
"Kamu di mana?"
[Kamu di mana?]
Kami berbicara bersamaan. Udara terasa membeku sesaat, terasa lucu tapi canggung.
"Eh ... aku baru saja selesai mengajar Marcel. Sekarang aku sedang di rumahmu ... "
[Oke, aku sudah kirim lokasi ke sopir rumah. Kamu langsung datang saja.]
Suara Devan terdengar agak tak beraturan. Sepertinya dia sedikit mabuk.
Sopir itu mengikuti lokasi yang dikirim Devan, dan mengantarku ke depan sebuah klub anggur mewah, lalu pergi begitu saja.
Klub itu tidak terletak di pusat kota, melainkan di daerah pinggiran yang tenang.
Sekarang hampir tengah malam. Selain mobil-mobil mewah yang keluar-masuk, tidak ada orang lain yang terlihat.
Begitu aku melangkah ke pintu, pintu klub terbuka dari dalam, dan sekelompok orang kelas atas dengan pakaian mewah dan elegan keluar sambil tertawa dan bercengkerama. Aku refleks menepi, ingin menunggu mer

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link