Bab 28
Saat itu, Devan melepas jas dan rompinya, hingga yang tersisa hanya kemeja putih di tubuhnya.
Bentuk tubuhnya sangat proporsional, dengan kemeja putihnya yang dimasukkan ke celana, membuat kakinya terlihat panjang luar biasa.
"Kamu ini guru, kenapa bicaramu kasar sekali?"
"Maaf, tapi perkataan dan perbuatanmu padaku memang nggak pantas. Untuk apa aku berbicara baik-baik denganmu," jawabku sambil menatapnya penuh marah.
Devan menatap syal halus yang melingkari leherku, lalu mengangkat alis. "Aku belum pernah melihatmu pakai syal sebelumnya."
Wajahku langsung memanas, dan aku secara refleks merapatkan syal di leherku, penuh ketidaksabaran. "Apa urusanmu? Aku mau ke kamar mandi, bisa nggak keluar dulu?"
Tiba-tiba, dia tersenyum, lalu merentangkan tangannya dan menarikku ke pelukannya. Dia langsung mencabut syal yang melingkari leherku.
Ternyata di leherku yang putih itu terlihat bekas ciuman, gelap dan terang, bercampur-campur.
"Cantik, 'kan? Semua ini hasil kerjamu!" kataku dengan wajah

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link