Bab 46 Memberikan Elbert Padamu, Apa Kamu Mau?
Elbert memandang Angel yang berdiri di dalam pintu, tidak tahu sudah berapa lama dia berada di sana dan seberapa banyak yang didengarnya.
Wajah Angel tidak merah maupun pucat, tentu saja juga tidak masam.
Angel hanya berdiri di sana seraya menatap Elbert dengan tenang, tanpa kesedihan atau kebahagiaan, tenang tak beriak.
Namun, Elbert merasa hatinya seperti ditusuk ribuan panah karena tatapan Angel bukanlah kemarahan, melainkan keasingan.
Setelah beberapa detik saling memandang, Elbert secara refleks melangkah ke depan dan ingin berbicara.
Namun, Angel lebih cepat. "Kalau kamu ada urusan, pergilah. Aku akan menemani mereka di atas."
Makin tenang sikap Angel, makin sakit hati Elbert.
Elbert mengulurkan tangan ingin menariknya. "Kita pulang ...."
Angel menghindar darinya dengan sengaja mundur selangkah. Matanya memancarkan rasa jijik yang tak tersembunyi.
Elbert meraih kosong, dan hatinya mencelos. Tepat ketika dia hendak berbicara, Gisela berjalan mendekat.
Gisela berkata pada Angel, "M

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link