Bab 99 Rela dan Tak Menyesal
Elbert tidur selama sembilan jam. Di luar sudah gelap. Saat Angel masuk ganti obat, dia tidak menyalakan lampu besar, hanya lampu kepala tempat tidur yang menyala, memancarkan cahaya putih kusam yang membuat wajah keduanya tampak pucat.
Setelah Elbert bicara, Angel tetap diam. Keduanya hanya saling menatap, satu berdiri, satu berbaring.
Sampai akhirnya Elbert mengangkat tangan kanannya, mencoba menarik tangan Angel.
Angel segera menghindar dengan mudah.
Elbert langsung pasang wajah memelas, "Bu Angel, tanganku sakit, bantu lihat sebentar."
Angel berusaha keras untuk tidak menatap tangan kanannya yang dibalut perban tebal, juga menahan diri buat tidak memikirkannya. Kenapa dia berdiri di sisi kiri Elbert, tapi yang diangkat tangan kanan? Apa tangan kirinya tidak bisa digerakkan?
Dia menatap wajah Elbert dan berkata datar, "Kamu kapan mau pergi?"
Elbert bertanya lembut, "Hm? Pergi ke mana?"
Angel, "Kamu nggak mengerti kalau rumah sakit kecil ini nggak sanggup menampung dokter sehebatmu?

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link