Bab 1075 Asap Gelap Kodoku
"Ini dia!"
Viper dan para bawahannya berhenti di jalur mereka dan menatap ke arah batu besar itu. Darah yang menempel di batu itu tampak masih segar.
"Sayang, kembalilah ke mama."
Viper berteriak. Ular besar itu sepertinya mengerti kalimat yang diucapkan oleh Viper dan binatang itu hendak bergerak ke sisi tuannya.
Tiba-tiba terlibat sebuah kilatan cahaya yang dingin—panah melesat ke arah ular hitam raksasa itu, diarahkan ke kepalanya. Namun, yang paling mengejutkan, panah yang bisa menembus tubuh hewan mana pun gagal menembus ular besar itu. Terdengar suara berdenting dari kepala ular itu. Panah itu bahkan tidak bisa menembus sisiknya.
Ular ini bukanlah ular biasa melainkan ular Kodoku. Sisiknya sekeras baja.
Ketika Viper melihat kejadian itu, dia segera menghunuskan belati hitamnya dan mempercepat langkahnya. Dia berteriak, "Xanthus Meryem, tidak ada cara bagimu untuk dapat melarikan diri."
Ular itu meluncur kembali ke tuannya dengan cepat, merayap ke atas tubuhnya dengan gerak

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link