Bab 10 Dia Tidak Percaya!
Setelah Ilham pergi, Jerry menatap kosong ke arah sungai di depannya, alisnya sedikit berkerut.
Entah kenapa hatinya terasa hampa, seolah-olah sudah kehilangan sesuatu.
Asistennya kembali. Begitu melihat ekspresi Jerry yang kebingungan, dia menelan ludah. "Pak Jerry, semuanya sudah beres."
"Ada kabar tentang Anita?"
Asisten itu mengerutkan bibir, menggelengkan kepalanya tanpa daya. "Nggak, semua orang sudah pergi mencarinya. Mereka seharusnya segera mendapat kabar."
Setelah mendengar ini, Jerry terdiam.
Asisten itu memperhatikan dari samping, mendesah dalam hati.
Dia bersikeras mengusir Anita, sekarang setelah itu terjadi, Jerry menyesalinya.
Dia tidak tahu apa yang dipikirkan bosnya. Orang yang biasanya cerdik dan cakap ini tampak benar-benar kehilangan arah ketika berhadapan dengan Anita.
"Carilah dia," kata dengan Jerry lembut sambil memejamkan matanya yang lelah.
Untuk sesaat, hanya Jerry yang tersisa di tepi sungai.
Aliran sungai itu deras, seolah menderu tanpa henti.
Jerry menger

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link