Bab 72
"Baik."
Saat Cassandra masuk ke kamar, Janice tampak senang. "Huhu, Kak Cassandra, aku sudah lama menunggumu. Akhirnya kamu datang menjengukku!"
"Sudah merasa lebih baik?"
"Ya! Nanti setelah beberapa botol infus ini habis, aku bisa pulang."
"Baguslah."
Seperti teringat sesuatu, Cassandra bertanya lagi, "Omong-omong, kamu sekolah di mana? Biar lain kali aku mudah mengajakmu keluar."
"Aku ...."
Janice menggaruk kepala, jelas tidak pandai berbohong. Dia mencoba mengelak, tapi bicaranya gagap. "Aku ... beberapa hari ini nggak masuk sekolah."
Tidak masuk?
Cassandra yang begitu peka langsung menebak sesuatu. "Jangan-jangan kamu dikeluarkan sekolah? Karena kejadian penculikan itu?"
"Hmm."
Akhirnya tidak bisa disembunyikan. Janice mengangguk dengan wajah sedikit kecewa. "Teman yang aku tolong itu nggak punya hati. Dia bukannya berterima kasih, malah bilang aku bodoh dan pantas mendapatkannya. Aku nggak tahan, jadi memukulnya dan dikeluarkan sekolah."
Setelah itu, dia melambaikan tangan dan men

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link