Bab 65
"Aku nggak akan pergi."
Tommy berdiri di depan Robert dengan tangan terlipat di dada. Tommy terlihat marah. Tommy berujar, "Di saat seperti ini, kamu memaksaku ke Messina. Apa kamu ingin membunuhku?"
Saat ini, Keluarga Senra sedang di masa kritis. Sebagai putra tertua, Tommy harus tetap di pusat untuk menenangkan semua orang.
Kalau dia pergi ke Messina, belum tentu bisa pulang hidup-hidup dan Keluarga Senra pasti akan kacau balau.
Adam sendiri jelas tidak akan sanggup.
Dalam urusan bisnis, Adam hanya pandai mempertahankan pencapaian yang sudah ada. Semua harapan Keluarga Senra bertumpu pada Tommy yang kemampuannya jauh lebih baik.
Tanpa memedulikan sikap protes Tommy, Robert bersandar santai ke belakang kursinya.
Meskipun Robert sedang duduk, sementara Tommy berdiri di depannya, seharusnya posisi Robert itu lebih lemah. Namun, aura yang Robert pancarkan sepenuhnya menekan Tommy.
Hingga membuat Tommy tanpa sadar mengepalkan tinjunya.
"Kamu mau melawanku secara langsung?"
Robert tampak m

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link