Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 93

Fanny memang merindukan Tommy, tetapi itu karena dia berharap Tommy bisa kembali! Tommy dikirim ke Messina. Katanya tempat itu terpencil dan berbahaya. Terbangun di tengah malam karena suara tembakan adalah hal yang biasa. Selain itu, makanan dan barang kebutuhan sehari-hari di sana sangat terbatas. Fanny sudah terbiasa hidup mewah di Keluarga Lusna. Dia sama sekali tidak bisa menderita lagi. "Aku nggak mau!" teriak Fanny. Amelia juga berkata dengan marah, "Aku nggak setuju!" "Aku sudah mengaturnya," balas Robert. Sejak awal, Robert memang tidak berniat minta persetujuan Amelia. Dia pulang kali ini hanya untuk menyuruh orang membawa Fanny pergi, bukan untuk menanyakan pendapat Fanny atau Amelia. "Bawa dia pergi." Robert memerintahkan pengawalnya. Satu pengawal berbicara, sementara yang satunya bertindak. Mereka sama sekali tidak menghiraukan upaya Amelia untuk menghalangi, langsung memaksa membawa Fanny pergi. Fanny seperti anak ayam yang meronta. Di tangan para pengawal, semua perlawa

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.