Bab 60 Demam atau Terangsang?
Nadine berdiri di sana dalam keheningan. Pipi yang tersembunyi di balik masker sudah memerah dan bulu matanya bergetar lembut seperti sayap.
"Kamu mau pasang harga berapa?"
Setelah jeda yang panjang, suara serak Ravin sampai ke telinganya.
Hatinya membeku seketika. Dia mengangkat matanya, melihat ekspresi yang sulit dijelaskan, tanpa senyum mengejek yang biasa terlihat di sana.
Sejenak, dia benar-benar tidak tahu apakah Ravin sedang mengujinya lagi.
Dia terdiam beberapa detik, meneguhkan diri dan menggigit bibirnya, lalu menjawabnya, "Aku bukan mau menjual diri."
"Jadi, gratis?"
Sebuah senyum nakal terlukis di sudut bibir Ravin, dengan sebelah alis terangkat. "Apa tujuanmu?"
Nadine memaksa jantungnya yang berdebar kencang untuk tenang, mengangkat kepalanya untuk menatap mata pria itu dengan serius. Dia mengucapkan satu kata dengan lembut, "Kamu."
Bulu mata Ravin yang lebat dan panjang tiba-tiba tertutup sejenak. Wajah tampannya yang menyiratkan ejekan itu terdiam, pandangan mereka bera

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link