Bab 180
Aku paling tahu karakter anggota keluargaku.
Jika mereka tahu aku menikah dengan pria seperti ini, mereka pasti akan datang ke rumahku lalu memeras banyak uang.
Aku bertanya-tanya apakah Lucio diam-diam mengancam mereka, tapi kemudian aku menyadari Lucio tidak akan berbuat begitu banyak untukku.
Tepat saat pikiranku melayang, hujan tiba-tiba turun di luar.
Awalnya hanya beberapa tetes, lalu suaranya semakin keras.
Aku bangkit untuk menutup semua jendela. Ketika berjalan ke balkon, aku mendapati lantai bawah kosong.
Hatiku terasa tenang. Sepertinya Lucio akan pergi kali ini, sama seperti sebelumnya.
Aku tahu dia tidak ingin menghadapiku secara langsung untuk saat ini, tapi ketika aku berjalan ke lorong untuk menutup pintu, tiba-tiba aku melihat sosok gelap berdiri di sana.
"Siapa?"
Karena terkejut, aku secara naluriah mundur selangkah.
Sosok gelap itu perlahan mengangkat kepalanya, tatapan dinginnya tertuju padaku.
Aku bertemu mata Lucio yang dalam lalu tertegun.
Mata itu adalah kegelap

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link